[Video] Mewaspadai Bahaya Gerakan Sempalan ISIS oleh Syaikh Ali Hasan Al Halabi

Posted on Maret 26, 2015

0


 Berikut adalah video Tabligh akbar bersama Syaikh ALI HASAN Al HALABI
Dengan tema : “MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SEMPALAN ISIS”
Penterjemah oleh Ust. Mizan Qudsyiah

di Masjid Sulaiman al Fauzan Bagiknyaka – Lotim
Hari / Tgl. Rabu, 5 Jumada’ Al-Aakhir 1436 H ( 25 Maret 2015 )

Ulama Salafi asal Yordania Syaikh Ali Hasan Al Halabi digandeng oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menangani masalah terorisme di Indonesia. Ahli hadits murid Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani ini ditugaskan untuk memberikan nasehat kepada para narapidana terorisme agar kembali ke ajaran yang benar.

Pada Senin (23/3/2015) lalu Syaikh Ali menjadi pembicara pada acara seminar internasional tentang terorisme dan ISIS. Hadir para tokoh nasional pada acara yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut.

Di sel-sela kunjungannya ke Indonesia, ulama yang sudah 12 kali mengisi daurah di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya ini menyempatkan diri mengisi ceramah di masjid Sulaiman Al Fauzan, Bagik Nyaka, Lombok Timur hari ini Rabu (25/3/2015) sore selepas maghrib sampai isya.

Materi yang dibahas masih tentang bahaya ajaran takfir dan terorisme, tema yang diangkat adalah “Mewaspadai Bahaya Gerakan Sempalan ISIS”. Acara ini disiarkan secara live oleh Satu Radio Lombok Timur.

Dalam penyampaiannya, Syaikh Ali Hasan memaparkan bukti bahwa ISIS adalah kelompok sesat yang wajib dijauhi oleh umat Islam. Beliau membeberkan bukti-bukti bahwa ISIS benar-benar kelompok yang menyimpang dengan memberikan 10 catatan.

Berikut 10 catatan penting Syaikh Ali Hasan Al Halabi terhadap ISIS:

1. Pemimpin dan tokoh ISIS bukanlah orang yang dikenal menguasai dalam bidang ilmu Syari’ah. Tak ada dari mereka yang pakar dalam bidang hadits atau tafsir. Kebanyakan mereka adalah para pedagang.

2. ISIS muncul secara tiba-tiba. Sekitar 3 tahun lalu muncul, berubah dari kelompok kecil kemudian mengklaim menjadi sebuah negara. Rasulullah saja berdakwah selama bertahun-tahun.

3. Muncul di negara yang sedang bergejolak, yaitu Irak dan Suriah. Bukan di negara yang aman dan damai. Dan ini justru jadi pembenaran terhadap hadits nabi tentang Khowarij yang bercerita bahwa mereka akan keluar pada tempat yang sedang terjadi pertikaian.

4. Daulah yang sesuai syariat, harus ditegakkan pada dua hal, yaitu musyawarah dan ilmu. ISIS tidak berada diatas musyawarah dan ilmu. Tak ada kaum muslimin yang diajak bermusyawarah. Adapun tentang ilmu maka telah nampak kebodohan mereka. Juru bicara resmi ISIS, Al Adnani telah memvonis murtad para tentara dari negara Mesir, Tunisia, Pakistan dan negara-negara Arab. Mereka mengkafirkan ratusan ribu kaum muslimin. Ini tidak didasari dengan ilmu.

5. ISIS mengkafirkan kaum muslimin yang tidak mau berbai’at kepadanya. Bahkan tak segan untuk membunuh kaum muslimin dengan cara memenggal leher atau membakar hidup-hidup. Mereka ini sesuai dengan hadits nabi tentang Khowarij “Mereka membunuh kaum muslimin tetapi membiarkan orang-orang musyrik”. Mereka juga lebih mendahulukan membunuh orang Islam yang divonis murtad oleh mereka daripada orang kafir.

6. Jika diperhatikan, orang-orang yang tergabung dalam ISIS hanyalah orang yang bermodalkan semangat tanpa ilmu. Mereka tidak dapat membedakan kebaikan dan keburukan.

7. ISIS tidak faham ilmu syari’ah dan fiqih realita. Mereka memusuhi seluruh manusia yang tidak sependapat dengan mereka, sehingga seluruh negara di dunia sepakat untuk perang melawan ISIS.

8. Para tokoh dan penggerak gerakan terorisme sendiri seperti Abu Qotadah Al Filistini, Abu Basyir, Abu Mush’ab As Suri dan Abu Muhammad Al Maqdisi mengatakan bahwa ISIS adalah sesat bahkan menyebut daulah khurafat bukan khilafah.

9. Para tokoh terorisme saja menganggap sesat ISIS apalagi ulama Ahlus Sunnah. Para ulama Ahlus Sunnah dari Saudi, Syam, Yaman, dan Yordania telah mengatakan bahwa ISIS adalah sesat.

10. Ramainya pemberitaan di media tentang ISIS membuat permasalahan yang utama menjadi kabur. Ini sangat berbahaya dan paling berbahaya. Banyak yang menganggap perbuatan yang dilakukan oleh ISIS dibenarkan oleh Islam. Sehingga jika ada yang menjelaskan tentang tauhid, akan dianggap sebagai pengikut ISIS karena ISIS bicara tauhid, jika ada yang berbicara sholat maka akan dianggap pengikut ISIS karena ISIS bicara sholat, jika ada yang berbicara kesyirikan maka akan dianggap pengikut ISIS karena ISIS bicara kesyirikan.
Sumber

Posted in: /Artikel