Partisi Untuk Instalasi Linux

Posted on Januari 6, 2014

5


Screenshot from 2013-11-17 11:50:12Sudah lama saya gak menulis nih sahabat OD, kali ini sebuah tulisan yang terinspirasi dari tugas kuliah, yaitu tugas mengenai instalasi Windows tapi kali ini saya tidak berbicara bagaimana menginstal Windows ataupun Linux namun saya akan membicarakan mengenai membuat partisi untuk instalasi Linux, langsung saja ke pokoknya, sebelumnya kita cari tahu dulu apa itu Partisi, Partisi adalah ruangan di dalam sebuah hardisk. Sebuah partisi bisa di buat maksimal 4 partisi Primary. Jika, salah satu partisi Primary anda jadikan partisi Extended (hanya bisa membuat max 1 partisi Extended), anda bisa membuat unlimited partisi logical.

Pada Windows, anda hanya bisa membuat 2 partisi primer (win xp ke atas bisa membaca 4 partisi saja, dan partisi logical dibatasi jumlah abjad yang tersisa.

Partisi Yang Diperlukan Linux
Linux minimal membutuhkan satu partisi saja, partisi root (/). Di dalam partisi root, Linux akan membuat beberapa direktori-direktori yang dibutuhkan, seperti sistem ubuntu saya ini:

  1. /bin  > Tempat semua executable sistem internal Linux
  2. /boot  > Tempat file-file untuk booting, seperti kernel, initrd, boot loader, dsb
  3. /cdrom -> media/cdrom  > Symlink untuk mount point /media/cdrom (optional)
  4. /dev  > Semua perangkat keras komputer di-mount (di baca) sebagai sebuah file. (Di Linux, segalanya adalah file). Misalkan, /dev/ram0, ini adalah mount point untuk ram anda.
  5. /etc  > Semua file-file konfigurasi linux berada disini
  6. /home > Semua user memiliki direktori pribadi di dalam home, kecuali root (dan user-user istimewa seperti gdm, www, dsb)
  7. /lib > Library yang digunakan sistem anda, dikumpulkan disini
  8. /lost+found > Semua file/direktori yang kehilangan induk dikumpulkan disini (optional)
  9. /media > Semua removable device di mount di sini, misalnya USB Disk
  10. /mnt > Mount point induk untuk device (jarang digunakan)
  11. /opt > Direktori ini digunakan untuk apa saja, misalnya digunakan untuk instalasi lampp, crossover dsb.
  12. /proc > Semua resource yang saat ini digunakan sistem, terdaftar di sini
  13. /root > Home folder super user.
  14. /sbin > Aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan sistem (non-internal) diletakkan disini. Misalnya, grub
  15. /srv > Ini saya belum begitu tahu fungsinya.
  16. /sys > Berkaitan dengan sistem juga.
  17. /tmp  > Direktori sementara untuk segala yang memerlukan ruang temporer. Misalnya saat anda menginstal aplikasi, file instalasi akan diekstrak disini, kemudian dihapus setelah selesai.
  18. /usr > Direktori penting. Aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan user diletakkan disini. Di sini juga letak manual, artwork, dan sebagainya.
  19. /var > Seperti /usr, direktori ini penting juga. (direktori untuk; www server, ftp server, apt-cache)

Biasanya kita akan memerlukan dua partisi tambahan lagi, untuk memori swap dan direktori /home.
Partisi swap berfungsi untuk sistem yang kekurangan RAM atau RAM-nya tidak mencukupi, besarnya partisi swap 2x lebih besar dari RAM yang ada.

Contoh: Apabila Anda memiliki RAM sebesar 512 MB, maka swapnya adalah 1024 MB.

Partisi /home dipakai untuk meletakkan data-data user selain root.
Tujuannya adalah, saat sistem anda mengalami crash, anda hanya perlu memformat (jika diperlukan) partisi root saja (dalam solusi re-install!), tanpa perlu mem-format /home anda

Ditandai: , ,
Posted in: /Komputer