Waspadai Kelicikan Musuh Islam

Posted on September 29, 2013

0


Sejak beberapa bulan lalu, Ormas Islam dan Media Islam menyuarakan penolakan kontes Miss World 2013 yang rencananya akan dilaksanakan di Indonesia pada awal September 2013. Namun demikian, pihak penyelenggara terus melakukan lobi-lobi teruatama kepada pemerintah untuk memuluskan penyelenggaraan acara, hingga terkesan tidak mungkin dibatalkan.

Menanggapi rencana penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia, Ketua MUI bidang Internasional, KH. Muhyiddin Junaidi, menyatakan dengan tegas bahwa MUI menolak acara itu. “Masyarakat bertanya, apa sikap MUI terhadap Miss World? Maka inilah sikap MUI, menolak diselenggarakannya ajang internasional seperti Miss World,” tegas KH. Muhyiddin. Hal itu diutarakan oleh ketua MUI, KH. Muhyiddin Junaidi saat konferensi pers di Kantor MUI, Jumat (23/8/2013) di Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat.

Akan tetapi, dengan penuh kelicikan panitia penyelenggara tetap berusaha mendapat dukungan dari MUI. Dalam iklan di televisi jaringan MNC Group terdapat beberapa tokoh yang mendukung pelaksanaan Miss World di Indonesia, salah satunya Wakil Ketua MUI DKI Jakarta, KH. Syarif Rahmat. Namun demikian, setelah dikonfirmasi Syarif Rahmat membantah pernyataannya di iklan Miss World sebagai bentuk dukungan. Menurut Syarif, pernyataan itu merupakan peringatan agar menghargai tata kesopanan yang ada di Indonesia, dimana budaya ketimuran masyarakatnya sangat kental dengan sisi religius. Syarif menambahkan pagelaran ini sepertinya sudah tidak mungkin dibatalkan. Karena itu pernyataannya tersebut ingin mewanti-wanti, bahwa ada baiknya tidak membuka aurat dan melihat sisi kepantasan budaya Indonesia terutama umat Islam nusantara.

Tidak hanya menyimpangkan maksud dari pendapat salah satu tokoh MUI, pihak penyelenggara juga mencoba memberi iming-iming kepada MUI agar dapat melancarkan acaranya. MNC Group menggoda MUI dengan tiga hal: pertama, pemberian fasilitas jaringan Indovision gratis selamanya kepada seluruh jaringan kantor MUI dari pusat hingga daerah. Sekolah madrasah dan pesantren yang berada dalam naungan MUI juga akan mendapat jaringan Indovision gratis; kedua, beberapa pengurus MUI pusat yang semuanya adalah seorang ulama dijanjikan jabatan menjadi Dewan Pengawas Syariah (DPS) di MNC Group; dan ketiga, pengurus MUI akan dijadikan penasihat di balik layar dalam penyelenggaraan Miss World 2013 yang akan diselenggarakan di Bali dan Jakarta.

MUI sebagai benteng moral umat Islam tetap tegas menyuarakan penolakan dan didukung oleh Ormas-ormas Islam. Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) juga menolak dengan tegas rencana kontes kecantikan Miss World 2013 di Indonesia. Menurut Menag Suryadharma Ali, hal tersebut karena Kemenag berpegang pada fatwa MUI. Dengan demikian, jika pemerintah tetap mengizinkan penyelenggaraan Miss World tanpa memperhatikan suara umat Islam, maka tidak ada yang bisa diharapkan umat Islam dari pemerintah yang berkuasa saat ini.

Dari kasus ini, umat Islam, terlebih tokoh-tokoh Islam mesti waspada betapa musuh-musuh Islam mampu membungkus kemaksiatan dengan kemasan yang baik dan dengan modal kekayaannya seakan-akan mereka dapat membeli akidah seseorang. Umat Islam juga harus cerdas dalam memilih pemimpin sehingga pemimpin yang terpilih bukanlah mereka pandai mencederai hati umat Islam.
[EDISI NO. 24/X DZULKAIDAH 1434 HIJRIYAH ]

Source: http://www.sangpencerah.com/2013/09/waspadai-kelicikan-musuh-islam.htmltabligh.or.id

Posted in: /Artikel