Cara Membuat Ubuntu Agar Lebih Responsif dan Lebih Cepat

Posted on September 15, 2013

2


untitledKali ini saya akan berbagi tips dan trik yaitu Cara Membuatt Ubntu Agar Lebih Responsif dan Lebih Cepat, berikut adalah tipsnya, silahkan di simak;

1. Install Preload.
Preload merupakan daemon yang berjalan dilatar belakang (tak terlihat), yang mendeteksi aplikasi yang paling sering digunakan, dan menyimpannya dalam cache sehingga bisa merespon dengan cepat kinerja aplikasi-aplikasi yang akan menghasilkan waktu kinerja sistem lebih cepat.

Synaptic-package-manager (spm) -> install Preload. 

2. Bersihkan APT Cache.
Kalian semua perlu membersihkan cache cache, sumber sumber, sampah sampah yang tidak perlu. sebulan sekali saja. bisa menggunakan Ubuntu-Tweak maupun Bleachbit.
Ubuntu tweak -> Janitor -> centang semua yang ada disebelah kiri -> Clean.

Bleachbit -> centang yg diperlukan -> preview -> clean.
Catatan;
Untuk installasi Ubuntu-tweak / Bleachbit, caranya ada pada nomor 5 Klik disini

3. Disable start up aplikasi yang tidak perlu.
Ada banyak aplikasi yang dikonfigurasi untuk secara otomatis ketika sistem Ubuntu pertama kali dinyalakan. Anda dapat mengelola aplikasi yang berjalan otomatis tersebut dengan membuka aplikasi startup aplication. berikut caranya.

Startup aplications -> jangan dicentang yang tidak perlu. 

4. Mengatur swappiness.
Untuk memeriksa swappiness yang saat ini anda gunakan, buka terminal, command..

$ sudo gedit /etc/sysctl.conf 

biasanya default swappiness bawaan Ubuntu adalah 60, kalau tidak ada keterangan swappiness=?,
tambahkan dibaris paling bawah seperti ini:

vm.swappiness=10

save, close lalu restart untuk melihat hasilnya.

5. Percepat waktu boot dengan cara disable grub menu.
Cara ini adalah untuk mempercepat waktu booting, kalau menghidupkan pc atau laptop agar tidak menampilkan menu boot. langsung aja..

$ sudo gedit /etc/default/grub 

cari pada tab gedit yang aslinya seperti ini:

GRUB_TIMEOUT=10 

rubah jadi seperti ini:

GRUB_TIMEOUT=0 

klik save, close.
kalau tidak mau menggunakan timer/timeout pada menu grub-nya, rubah seperti ini:

GRUB_TIMEOUT=-1 

$ sudo update-grub 
$ update-grub2 

lalu reboot untuk melihat hasilnya.

Catatan;
~Tidak direkomendasikan untuk pengguna dual-boot.
~cara yangg tidak menggunakan timer/timeout direkomendasikan untuk pengguna dual-boot.

6. Disable Visual Effects.
untuk men-disable visual effect adalah..

Synaptic-package-manager -> lalu, install compizconfig-settings-manager (ccsm).

kalau sudah terinstall, buka ccsm, pilih tab “Effects” disebelah kiri & hapus semua centangnya.

7. Gunakan TMPFS Untuk Mengurangi Disk I/O (error).
Folder /tmp dapat menerima banyak proses read/write dari kinerja harddisk. ini akan memebuat kinerja pc/laptop akan agak berat. anda dapat memanfaatkan RAM pada sistem anda, jadi bukan harddisk yang berkerja untuk proses read/write pada Ubuntu anda, akan  tetapi RAM. berikut caranya.

$ sudo gedit /etc/fstab 

kalau gedit sudah terbuka, tambahkan command dibawah ini dibaris paling bawah tanpa paragraf.

# Move /tmp to RAM
tmpfs /tmp tmpfs defaults,noexec,nosuid 0 0 

save, close dan reboot untuk melihat hasilnya.

8. Menggunakan Desktop Environment yang ringan.

-Gnome-shell
-gnome-classic
-lxde
-xfce
-dan lain-lain

9. Gunakan semua core CPU Untuk Startup Sistem.
Jika komputer anda dilengkapi dengan CPU multi-core, anda dapat mengkonfigurasi sistem
untuk menggunakan semua core yang tersedia dengan mengikuti petunjuk dibawah ini..

sudo gedit /etc/init.d/rc 

kalau gedit sudah terbuka, kemudian cari “CONCURRENCY” paling atas sendiri dan rubah yang asli:

CONCURRENCY=none 

rubah menjadi seperti dibawah ini:

CONCURRENCY=makefile

save, close lalu reboot untuk melihat hasilnya.
Catatan;
CONCURRENCY yang paling atas sendiri yang dirubah, yang  lainnya dibiarkan saja.

Semoga Bermanfaat.

Kesalahan dalam mencoba tutorial ini bukan tanggung jawab penulis, penulis hanya berbagi pengalam saja. terima kasih

Posted in: /Komputer, /Tutorial