Sejarah Hajar Aswat Hilang Ketika Syiah Menyerang Ka’bah 929-952 M/317-339 H

Posted on Agustus 20, 2013

0


Batu “Hajar Aswad” pernah dicuri tahun 317 H dan dipindahkan ke suatu tempat selama 22 tahun. Namun kiblat kaum Muslimin tidak berpindah mengikuti tempat dimana batu tersebut berada. Ini menunjukkan bahwa MUSLIM TIDAK MENYEMBAH BATU.

Hari Al Tarwiyah (hari kelapan dalam bulan Zulhijah), tentara Syiah Qurmuty (diketuai oleh Hamadan Ibn Al-Ashath Al-Qurmuti) menyerang konvoi haji pada tahun 317 Hijrah, membunuh semua jemaah haji, kemudian ia menyerang Ka’bah, menarik keluar batu hitam (Hajar Aswad) dan memecahkan menjadi 8 bagian kecil. 

Kemudian Wanita Qurmuty (pengikut syiah) membawa Hajar Aswad ke timur (Al-Qatif) dengan menggunakan 70 ekor unta, setiap unta yang membawa batu hitam (Hajar Aswad) jatuh sakit dan kemudian mati di tengah padang pasir. Kemudian mereka membangun ‘AinulKuaibah’ dan meletakkan batu hitam itu (Hajar Aswad) di situ selama 22 tahun dan menyuruh orang banyak mengerjakan haji di situ (AinulKuaibah), tetapi tidak ada seorangpun yang datang.

Imam Al-Ghazali berkata: “ Syiah Qurmutiah (Qaramithah) adalah rofidah (keluar dari Islam) dari luar , kafir dari dalam”.

Imam Ibn-Taimyah berkata: “ Syiah adalah batiniyah (ajaran yang menyimpang dari agama Islam) dan musuh Islam, dan yang lebih nyata kekafirannya adalah Qurmotiyah/ Qaramithah, mereka selalu mencari peluang untuk mengkhianati kaum muslimin dan menyerahkan kepada musuh-musuhnya, mereka (Qurmotiyah) telah jauh tersesat dari Quran dan Hadis.

Salah satu peninggalan Qurmotiyah ini adalah ‘Ainul Kuaibah”, di Al Ahsa (bangunan yang mereka buat untuk menggantikan Ka’bah yang mana mereka meletak batu hitam (Hajar Aswad) dan menyuruh umat Islam menunaikan haji di situ.

Source: Dari Berbagai Sumber

Posted in: /Artikel