Kayfiat dan Sifat Shalat Berdasarkan HPT (Himpunan Putusan Tarjih)

Posted on Juni 5, 2013

0


1. Setelah berdiri tegak menghadap qiblat, disertai niat yang ikhlash karena Allah sambil melafalkan “Allahu Akbar” seraya mengangkat kedua tangan searah dengan kedua bahu dengan mensejajarkan kedua ibu jari pada ujung daun telinga 

2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri menempel di dada , kemudian membaca do’a iftitah, “Allahumma ba`id bayni….. dst” 

3. Melafalkan Isti`adzah , dilanjutkan dengan membaca basmalah dan surat al-Fatihah , setelah selesai membaca al-Fatihah kemudian melafalkan “Aamiin” dilanjutkan membaca salah satu surat dari al-Quran 

4. Mengangkat kedua tangan seperti ketika takbir permulaan shalat seraya bertakbir dan membungkukan badan (ruku) dengan meratakan punggung dengan leher serta meletakan kedua telapak tangan secara terbuka pada kedua tempurung lutut dilanjutkan berdo’a, “Subhanakallahumma rabbana wa bihamdikalla-hummaghfirli” atau salah satu do’a dari Nabi yang lainnya .

5. I`tidal, yaitu mengangkat kepala diikuti dengan mengakat kedua belah tangan seperti ketika takbir permulaan seraya berdo’a, “Sami’allahu liman haidah” kemudian bila sudah tegak berdiri berdo’a: “Rabbana wa lakalhamd”

6. Sujud, yaitu berlutut seraya bertakbir untuk bersujud dengan menekukkan ujung jari-jari kaki dan meletakkan kedua tempurung lutut dan di atas lantai terlebih dahulu baru kemudian kedua telapak tangan dan kening beserta ujung hidung dengan menghadap kearah kiblat (termasuk ujung jari-jari kaki), sementara tangan dijauhkan dari lambung dengan sikut terangkat , kemudian berdo’a “Subhanakallahumma rabbana wa bihamdikallahummaghfirli” atau salah satu do’a dari Nabi yang lainnya. 

7. Mengangkat kepala dari sujud, dengan bertakbir dan duduk dengan tenang, seraya berdo’a: “Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqni “

8. Kemudian bersujud untuk yang kedua kalinya dengan bertakbir dan membaca “tasbih” seperti dalam sujud yang pertama. Kemudian angkatlah kepalamu dengan bertakbir dan duduklah sebentar , kemudian bangkit berdiri untuk raka’at yang kedua dengan menekankan (tangan) pada lantai seraya bertakbir (tanpa mengangkat kedua tangan). 

9. Raka`at kedua, gerakan (af`al) dan bacaannya (aqwal) sebagaimana pada rakaat pertama, hanya tidak membaca do’a iftitah dan setelah sujud yang kedua tidak langsung bangkit, tetapi duduk untuk ber-tasyahud. Jika shalatnya hanya 2 raka`at, maka duduknya dilakukan secara tawaruk untuk ber-tasyahud dan salam (tasyahud akhir), tetapi jika 3 atau 4 raka`at, maka duduknya dilakukan secara iftiras (tasyahud awwal).

10. Duduk Iftirasy/Tasyahhud awwal, yaitu duduk setelah selesai sujud yang kedua kali pada raka`at kedua dari shalat yang 3 atau 4 raka`at, dengan cara meletakan pantat di atas telapak kaki kiri yang dilipatkan sedangkan telapak kaki kanan ditegakkan. Sementara kedua tangan diletakan di atas kedua lutut; telapak/jari-jari tangan kiri menggenggam lutut sebelah kiri sedangkan telapak tangan kanan dikepalkan dengan melipatkan jari kelingking, jari manis dan jari tengah serta menunjukkan (mengangkat jari) telunjuk dan menyentuhkan ibu jari kepada jari tengah yang terlipat , seraya berdo’a: “attahiyatu lillah… dst” , kemudian membaca shalawat Ibrahimiyah , kemudian berdo’a sekehendak hatimu dengan do’a yang lebih pendek daripada do’a tasyahhud akhir . 

11. Rakaat ketiga; setelah selesai tasyahhud awwal bangkit berdiri, untuk rakaat yang ketiga, mengangkat kedua tangan (sebagaimana pada takbir permulaan) dan bertakbir . Gerakan dan bacaan pada rakaat ketiga sebagaimana pada raka`at kedua, hanya setelah membaca al-fatihah tidak membaca surat al-Qur’an langsung takbir untuk ruku`. Jika shalat yang 3 raka`at (maghrib), setelah sujud yang kedua langsung duduk tawarru` untuk ber-tasyahud akhir dan salam. Jika shalat yang 4 raka`at, setelah sujud, duduk sejenak lalu bangkit berdiri untuk raka`at keempat dengan menekankan tangan ke lantai dan bertakbir tanpa mengangkat kedua tangan.

12. Raka`at kempat setelah takbir, tangan langsung disimpan di dada, gerakan dan bacaan selanjutnya seperti pada raka`at ketiga. Setelah selesai dari sujud yang kedua, duduk secara tawaru` untuk ber-tasyahud akhir selanjutnya berdo’a: “attahiyatu lillah …”, shalawat Ibrahimiyah, dan berdo`a “Allahumma inni `audzu bika … Dst ” kemudian kemudian salam dengan menolehkan muka ke kanan lalu ke kiri. Adapun duduk tawaru` dilakukan dengan cara memajukan kaki kiri, menegakkan telapak kaki kanan dengan pantat langsung menempel ke lantai.

Posted in: /Artikel