Jumlah Hari Bulan Ramadhan di Masa Rasulullah

Posted on Juni 5, 2013

0


Berdasarkan informasi dari para shahabat bahwa mereka berpuasa bersama Rasulullah lebih sering 29 hari daripada 30 hari.

Hadits Siti Aisyah:

عن سعيد بن العاص قال: قِيلَ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ هَذَا الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ قَالَتْ وَمَا يُعْجِبُكُمْ مِنْ ذَلِكَ لَمَا صُمْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ أَكْثَرُ مِمَّا صُمْتُ ثَلَاثِينَ
Dari Said bin al-`Ash dia berkata: ditanyakan kepada Aisyah; “Wahai Aisyah, apakah bulan ini (kita berpuasa) dua puluh sembilan hari?” (Aisyah) menjawab; “Apa yang membuat kalian heran dari hal itu, sungguh lebih sering saya berpuasa bersama Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam selama dua puluh sembilan hari dari pada tiga puluh hari.” [HR. Ahmad, Abu Dawud al-Thoyalisi, Al-Thabrani, al-Daruquthni dan al-Bayhaqi]

(مسند الطيالسي:1\ 217؛ مسند أحمد: 6\81، 90؛ المعجم الطبراني الأوسط: 5\257؛ سنن الدارقطني: 2\ 198؛ سنن البيهقي الكبرى: 4\ 250؛ )

Hadits Ibn Mas`ud:

عن عبد الله بن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ مَا صُمْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ أَكْثَرُ مِمَّا صُمْتُ مَعَهُ ثَلَاثِينَ

Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu berkata; Aku lebih sering berpuasa bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dua puluh sembilan hari dari pada berpuasa bersama beliau tiga puluh hari. [HR. Ahmad, al-Thabrani, Abu Dawud, Al-Turmudzi dan Ibn Khuzaymah]

(1 مسند أحمد: \397، 408، 450؛ المعجم الطبراني الكبير: 1\ 222، 10\ 82؛ المعجم الطبراني الأوسط: 3\ 212، 4\109؛ المعجم الطبراني الصغير: 1\449؛ سنن الدارقطني: 2\ 198؛ سنن الترمذي: 3\73؛سنن أبي داود: 2\ 297؛ صحيح ابن خزيمة: 3\ 208؛ )

Hadits Jabir bin `Abdillah

عن جابر قال لا تقولوا نقص الشهر لقد صمنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم تسعا وعشرين اكثر مما صمنا ثلاثين

Dari Jabir bin Abdillah, dia berkata: Janganlah kalian mengatakan bulan (ramadhan sekarang ini) kurang (jumlah harinya), sungguh kami berpuasa bersama Rasulullah SAW lebih sering 29 hari daripada 30 hari [HR. al-Thabrani]

(المعجم الطبراني الأوسط: 5\ 325)

Hadits Abu Hurayrah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَا صُمْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ أَكْثَرُ مِمَّا صُمْنَا ثَلَاثِينَ

ari Abu Hurairah ia berkata, “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami lebih banyak berpuasa selama dua puluh sembilan hari dari pada kami berpuasa selama tiga puluh hari. ” [HR Ibnu Majah dan al-Thabrani]

(المعجم الطبراني الأوسط: 6\ 307 سنن ابن ماجه : 1/530 )

Sementara itu, puasa Ramadhan baru disyari`atkan pada tahun ke-2 H dan Nabi meninggal dunia pada tahun 10 H. Dengan demikian, Rasulullah dalam rentang waktu 9 tahun itu lebih sering berpuasa 29 hari daripada 30 hari.

Jika dihitung mundur, dengan menggunakan hisab astronomi, dengan menggunakan kriteri hisab wujudul hilal dan imkanur rukyat, kira-kira mana yang lebih mendekati dari kedua kriteria tersebut ?

Posted in: /Artikel