Tips Membuat Rumah Anda Kondusif untuk Belajar

Posted on Mei 4, 2013

0


Belajar pasti tidak terbatas di dalam segi empat dinding sekolah atau pusat pendidikan. Rumah adalah selalu menjadi ‘kelas’ pertama bagi anak-anak dan orang tua adalah guru pertama mereka. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di rumah sehingga sangat penting untuk membuat rumah menjadi tempat di mana mereka merasa paling aman dan dicintai. Masuk akal mengapa rumah adalah tempat terbaik untuk belajar karena rumah bisa menjadi tempat belajar anak dan merupakan surga bagi anak jika sikap dan langkah yang benar secara sadar diambil.
1. Mengatur suasana ‘saya-ingin-untuk-belajar’.
Hal ini tidak mengherankan bahwa kondisi fisik rumah yang tepat dapat menyebabkan sikap yang benar terhadap pembelajaran. Rumah harus menyediakan tempat di mana pembelajaran dapat terjadi – dengan pencahayaan yang cukup, mebel, alat tulis, buku, kamus, buku referensi, dan jika memungkinkan akses komputer. Anak yang lebih nyaman berada dalam lingkungan, semakin ia dapat menjelajahi hal baru. Kondisi fisik yang tepat juga berlaku untuk di luar ruangan. Memasang slide, ayunan, serta bermain pasir dan air dapat merangsang anak dan membuat dia berharap dapat belajar lebih banyak.
2. Memberikan ruang bagi kreativitas.
Biarkan anak untuk merasa percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri dengan memberikan dia ketersediaan bahan yang akan mempromosikan kreativitasnya. Selain dari bahan-bahan seni seperti cat, krayon, tanah liat, lem dan, seperti bahan non-konvensional dan tidak terstruktur juga dapat membantu. Mainan mewah dan gadget mungkin tampak sangat menarik, tapi mendapatkan mainan kreatif tidak perlu mahal. Bahan daur ulang seperti koran bekas, majalah atau malah kotak majalah, kaleng atau botol, atau bahkan kemeja tua dan “sampah” lain yang aman dan tidak sering digunakan di rumah dapat menjadi sebuah seni yang mengagumkan atau proyek ilmu pengetahuan.
3. Memiliki rutinitas.
Rutin tidak harus terlalu ketat atau kaku. Hal ini dapat hanya berupa rencana apa yang dapat dilakukan seorang anak atau apa yang bisa dilakukannya bersama dengan orang tuanya untuk hari itu. Misalnya, bukan menonton film kartun sepanjang hari setiap hari, dia bisa melukis dengan ibu di pagi hari atau membaca buku bersama ayah di sore hari. Memiliki rutinitas memberikan anak rasa ketertiban dan memungkinkan dia untuk belajar tentang menjadi produktif dan memanfaatkan bijaksana dari waktu yang ia miliki. Yang penting adalah memiliki variasi dalam rencana kegiatan untuk hari itu.
4. Sesuatu yang baru.
Sekali-sekali, tidak ada salahnya untuk menambahkan sesuatu yang baru untuk rutin anak anda. Misalnya, jika menggambar tampaknya menjadi focus utama dalam seminggu anak anda, coba ajak dia untuk membantu anda berkebun di luar di kesempatan lain untuk mengetahui bagimana perasaannya. Perubahan atas apa yang telah rutin dilakukan anak selama beberapa waktu akan memberinya sesuatu yang baru untuk diharapkan dan membuat dia bersemangat untuk belajar tentang hal-hal lain.
5. Mengubah suatu yang biasa menjadi luar biasa.
Orang tuan dapat mengambil keuntungan dari kegiatan biasa sehari-hari dengan mengubahnya menjadi pengalaman belajar yang berarti. Sebagai contoh membuat roti dan memasak dapat memberikan kesempatan untuk belajar juga. Mengukur, menghitung, menakar mengikuti instruksi dalam suatu aktivitas tersebut adalah keterampilan yang dapat kita ajarkan. Membantu pekerjaan rumah tangga (seperti melipat pakaian), juga dapat diubah menjadi pengalaman belajar. Mereka belajar tentang pemilahan, pengenalan warna, dan pencocokan.
6. Kegiatan yang relevan dengan kegiatan di sekolah.
Untuk anak-anak yang sudah bersekolah, mencari kesinambungan antara apa yang mereka pelajari di sekolah dan di rumah dapat membantu membangun karakter mencintai belajar. Anak-anak hanya menghabiskan beberapa jam di sekolah, sehingga menindaklanjuti dan melanjutkan apa yang mereka pelajari di sekolah, di rumah, akan membantu mempertahankan konsep yang lebih baik. Buatlah sekolah menjadi mitra dalam proses belajar di rumah.
7. Berikan waktu untuk bermain.
Orang tua jangan pernah meremehkan kekuatan bermain dalam belajar. Anak-anak belajar paling baik dengan mengeksplorasi dengan indra mereka, dan ini biasanya dilakukan melalui bermain. Plus, itu cara yang bagus untuk membuat belajar yang menyenangkan! Apakah itu bermain game atau pindah ke lagu atau menghabiskan waktu di luar rumah, bermain mempertinggi indra dan memberikan informasi baru bagi mereka untuk mengerti.
Pada akhirnya, hal yang paling penting untuk diingat dalam membuat rumah yang kondusif untuk pembelajaran adalah membiarkan cinta dirasakan. Lingkungan yang mencintai dan mendukung merupakan hal yang membuat rumah menjadi tempat terbaik untuk belajar. Tidak membutuhkan banyak kelimpahan materi atau terlalu banyak kegiatan yang harus dilakukan agar membuat rumah menjadi tempat belajar yang efektif, melainkan adalah kualitas waktu yang dihabiskan dengan anak, serta mendorong kata dan pelukan ketat yang membuat semua itu jauh lebih bermakna untuk anak. Seorang anak bisa belajar dengan baik di rumah, jika lingkungan rumah memungkinkan dia untuk melakukannya. Setiap tempat yang disebut rumah bagi seorang anak adalah tempat cinta, penerimaan, konsistensi dan keamanan dirasakan dan dipraktekkan sehari-hari.

Sumber:keluargacemara.com/

Posted in: /Artikel