Desa

Posted on Mei 4, 2013

0


Definisi desa

Desa merupakan suatu lingkungan kehidupan yang sangat nyaman untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Bagi kebanyakan orang, tinggal di desa memberikan kenyamanan tersendiri yang tidak dapat diberikan oleh lingkungan kota. Mengenai definisi atau pengertian desa, desa adalah suatu daerah yang merupakan tempat kediaman penduduk yang bersifat agraris yang sebagian atau sepenuhnya terisolir dari kota.

Ciri-ciri desa
Desa sebagai suatu kesatuan wilayah geografis memiliki ciri-ciri khas yang dapat dibedakan dengan daerah-daerah lain, ciri khas tersebut dapat berupa kondisi alamiah ataupun kondisi penduduknya. Ciri wilayah pedesaan antara lain:

a.Perbandingan lahan dengan manusia cukup besar
b.Lapangan kerja dominan agraris
c.Hubungan antarwarga sangat akrab
d.Norma agama demikian kuat
e.Memegang teguh tradisi yang berlaku.

Klasifikasi desa
a.Desa swadaya (desa terbelakang). Inilah desa yang belum mampu menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri, administrasi belum baik dan LKMD belum berfungsi dengan baik.
b.Desa swakarya, adalah desa yang mulai mampu menyelenggarakan rumah tangga sendiri, administrasi cukup baik, dan LKMD mulai berfungsi menggerakkan peran serta masyarakat dalam pembangunan.
c.Desa swasembada (desa maju), adalah desa yang sudah mampu menyelenggarakan urusan rumah tangganya sendiri, administrasi baik, dan LKMD sudah berfungsi menggerakkan masyarakat berperan dalam pembangunan.

Bentuk desa
a.Pola desa memanjang (linier). Bentuk desa memanjang mengikuti jalan raya, mengikuti sungai, mengikuti pantai, mengikuti rel kereta api. Maksud dari pola desa yang memanjang tersebut adalah untuk mendekati prasarana transportasi.

b.Pola desa tersebar. Pola ini merupakan pola yang tidak teratur, disebabkan oleh kesuburan tanah yang tidak merata. Contohnya adalah desa di daerah kapur.

c.Pola desa memusat. Biasanya mengelilingi fasilitas umum yang banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat misalnya mata air, waduk, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Potensi desa
a.Potensi fisik berupa tanah, air, iklim, ternak, dan manusia.
b.Potensi non fisik berupa masyarakat desa, lembaga-lembaga sosial, dan aparatur atau pamong desa.

Posted in: /Artikel