Oksigen

Posted on Februari 1, 2011

0


Oksigen mutlak diperlukan oleh sebagian besar mahluk hidup. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui sistem respirasi kemudian diangkut oleh hemoglobin di dalam sel darah merah ke jaringan. Di dalam jaringan oksigen akan dilepaskan  dan digunakan untuk proses respirasi sel. Agar sampai ke jaringan, darah yang mengangkut oksigen dipompa oleh jantung mulai dari sejak masuk di paru sampai ke jaringan oleh sistem kardiovaskuler. Pengetahuan mengenai sistem kardiovaskuler ini akan dibagi dua yaitu 
  1. meliputi semua hal yang berkenaan dengan peran jantung,
  2. bagian kedua terdiri atas  peran sistem vaskuler dan fungsi darah.
Proses respirasi sangat penting untuk kelangsungan hidup karena berfungsi sebagai pemasok oksigen untuk metabolisme semua sel aktif dalam tubuh serta menyingkirkan CO2  yang merupakan hasil proses metabolisme dari sel. Sistem respirasi terdiri berbagai struktur yang terlibat dalam proses pertukaran gas antara darah dengan lingkungan eksternal paru-paru, sekelompok pembuluh darah yang menuju ke paru-paru selama bernafas. Sistem respirasi tidak dapat menjalankan keseluruhan proses respirasi sendiri; sistem ini hanya berperan pada ventilasi dan pertukaran O2 dan CO2 antara paru-paru dengan darah.
Sel aerobik membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi. CO2 yang merupakan sisa metabolisme sel apabila dibiarkan akan berakumulasi di dalam sel dan cairan jaringan sehingga mengakibatkan asidosis. Dalam hal inilah sistem respirasi dalam hubungannya dengan sistem kardiovaskuler sangat berperan dalam proses pengangkutannya dan eliminiasi bahan-bahan yang tidak terpakai lagi.
Selain diperlukan oleh organisme, oksigen dapat pula menyebabkan toksisitas antara lain karena menghasilkan radikal bebas yang berupa senyawa oksigen reaktif (reactive oxygen species/ROS) yang bersifat desruktif bagi sel.
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem transpor utama untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrisi serta mengeluarkan hasil metabolisme dan CO2. Untuk memelihara homeostasis sistem ini diatur oleh pusat pengaturan kardiovaskuler, pusat respirasi, yang mendapat masukan
Dari baroreseptor dan kemoreseptor. Apabila aliran darah atau persediaan
oksigen terganggu, misalnya pada  perdarahan tubuh berusaha mengatasinya dengan melakukan hemostasis. Akibat lebih lanjut dari rusaknya pembuluh darah ialah terhentinya pasokan oksigen ke dalam jaringan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian sel.
Posted in: /Artikel