Makanan sebagai unsur pembangun dan penyebab gangguan tubuh manusia

Posted on Februari 1, 2011

0


Manusia dapat melakukan adaptasi sehingga mampu hidup dalam lingkungan luar (milieu exterieur) yang sangat bervariasi dari waktu ke waktu. Kemampuan tersebut dilandasi oleh keseimbangan (homeostasis) yang dipertahankan lingkungan dalam (milieu interior), yaitu lingkungan yang langsung berhubungan dengan sel tubuh. Faktor makanan/nutrien sangat berperan dalam mempertahankan homeostasis.
 
Nutrien, elektrolit, dan air harus melewati cairan ekstrasel untuk masuk ke dalam sel, dan sisa metabolisme sel juga harus melewati cairan ekstrasel sebelum diekskresikan oleh tubuh ke milieu exterieur. Proses ini melibatkan nutrien, elektrolit, air dan sisa metabolisme. Dengan demikian, meskipun kadar zat-zat yang keluar dan masuk berubah-ubah, komposisi dan jumlah cairan ekstrasel dipertahankan relatif tetap (homeostasis).
 
Manusia mendapatkan energi kimia yang terkandung di dalam makronutrien untuk melakukan aktivitas dan fungsi-fungsi lain dalam tubuh. Proses tersebut dimulai dengan proses pencernaan di saluran cerna yang mengambil nutrien, serta membuang sisa metabolisme dan zat yang tidak diabsorpsi. Nutrien yang diserap, masuk ke dalam sirkulasi dan selanjutnya diambil oleh sel. Di dalam sel, nutrien akan mengalami proses metabolisme (katabolisme dan anabolisme) untuk disimpan dan digunakan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Proses metabolisme ini dikendalikan oleh enzim-enzim regulator yang dipengaruhi terutama oleh hormon. Katabolisme nutrien akan menghasilkan energi yang digunakan bagi berbagai proses yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Energi kimia, sebagian akan berubah menjadi panas tubuh.
 
Pengetahuan tentang metabolisme pada keadaan normal sangat penting untuk memahami gangguan akibat nutrien yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
Posted in: /Artikel