Imunologi

Posted on Februari 1, 2011

0


Imunologi biasanya diasosiasikan dengan kekebalan. Telah menjadi riwayat yang klasik, bahwa adalah Edward Jenner, dokter desa di Inggeris, yang pada abad ke 18 mengamati selama bertahun-tahun kekebalan para wanita pemerah susu terhadap penyakit cacar. Ia adalah orang pertama yang secara sadar dan tercatat melakukan vaksinasi dalam rangka memberikan perlindungan/kekebalan pada seseorang terhadap penyakit tertentu, dalam hal ini cacar. Sejak itu, berbagai penelitian, yang dilakukan  sejalan dengan penyelidikan bakteriologi, mengungkapkan berbagai hal yang berhubungan dengan dengan fenomena imun. Dengan demikian, menjadi kuatlah asosiasi antara imunologi dengan kekebalan.
 
Akan tetapi, berbagai penelitian lebih lanjut, seperti pengamatan terhadap fenomena transplantasi dan golongan darah juga mengungkapkan mekanisme yang sama dengan kekebalan yang disebabkan oleh kontak dengan mikroorganisme. Hal ini membawa kepada kesimpulan, bahwa imunologi berhubungan dengan pengenalan benda asing. Namun, definisi ini belum memuaskan, oleh karena fenomena seperti kehamilan (50% materi janin adalah saing bagi sistem imun maternal), tumor (sel-sel tertentu tumbuh menyeleweng menjadi asing, namun tidak ditolak) serta penyakit-penyakit cacing parasit yang dapat bertahan bertahun-tahun, bahkan seumur hidup. Apalagi bila diingat, akan adanya fenomena otoimun: sistem imun tubuh menolak bagian dari tubuhnya sendiri. Jawaban terhadap masalah yang membingungkan ini datang dari arah yang tidak terduga, yaitu dari penelitian para biolog kelautan atas percobaan kultur campuran 2 spesies binatang karang yang berbeda warna. Hasil pengamatan menunjukkan, bahwa tidak pernah ada organisme baru yang terbentuk dari sel-sel campuran dan sel-sel yang bercampur tersebut selalu mengalami salah satu dari 2 hal yaitu kedua jenis sel saling membunuh, atau kedua jenis sel saling menjauhi, membentuk koloni terpisah.
 
Dengan hal ini disimpulkan bahwa apa bila ada 2 sel bertemu dan kontak satu sama lain, akan terjadi salah satu dari 2 keadaan ini yaitu: kedua jenis sel akan mengirim sinyal. Bila sinyal mengatakan, sel yang dihadapinya adalah �aku� atau �bagian dari aku�, maka sel atau materi yang dijumpai diterima. Dalam hal ini koloni akan terbentuk. Atau bila sinyal mengatakan, yang dihadapi tersebut �bukan aku�, maka yang dihadapi akan dihancurkan, atau dihindari.
 
Bila hal ini diaplikasikan kepada fenomena imun, maka imunologi dapat didefinisikan sebagai yang mempelajari interaksi suatu organisme dengan suatu materi, yang ditangkap sebagai aku atau bukan aku. Bila dipandang aku, ia akan diterima. Tetapi bila tidak dipandang sebagai aku, akan ditolak dan selanjutnya dihancurkan atau dihindari.   
Posted in: /Artikel