Air dan Elektrolit dalam kehidupan manusia

Posted on Februari 1, 2011

0


Manusia dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang berubah-ubah karena kemampuannya mempertahankan lingkungan dalamnya. Melalui proses homeostasis, milieu interieur ini dipertahankan stabil sehingga tiap sel tubuh dapat melangsungkan proses-proses yang menunjang kehidupan manusia itu.
 
Berbagai proses yang berlangsung terus-menerus di tiap sel ini akan menghasilkan sisa metabolisme berupa air dan asam (atau CO2 yang juga bersifat asam). Melalui pembentukan urin, ginjal akan mengekskresikan sisa-sisa metabolit ini, sedangkan zat-zat yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke dalam peredaran darah. Dengan demikian ginjal mengatur volume, susunan elektrolit dan imbang asam-basa (pH) cairan ekstrasel, serta sekaligus mengekskresi sisa hasil metabolisme tubuh sehingga berada dalam kisaran �normal�.
 
Karena fungsi suatu organ berkaitan erat dengan strukturnya maka perlu diketahui struktur anatomi dan histologi yang khas untuk organ-organ yang berhubungan. Pembentukan urin melalui proses dasar yaitu, filtrasi, sekresi dan reabsorpsi, dimungkinkan oleh sel-sel yang khas di tiap bagian nefron. Urin yang terbentuk akan ditampung untuk kemudian dikeluarkan melalui saluran-saluran yang juga memiliki struktur yang khas.
Posted in: /Artikel